“Cinta. Mereka tak pernah habis dekelupas, begitu pun bila
semakin dalam kamu rindui, semakin banyak yang akan kamu temui.” --
Persis seperti
kenangan. Sesuatu yang pernah terjadi, tidak semuanya membekas. Sebagian yang
teramat bahagia atau teramat menyakitkan saja yang akhirnya melekat erat
seperti dilem besi di otak saya, yang apabila saya paksa lepas, maka saya sendiri
yang akan terluka.
Saya sadar, cinta tak pernah salah jatuh, hanya saja,
cinta tak selalu berhasil ditangkap dengan baik. Ada kalanya kita akan
jatuh hanya untuk “merasakan” bagaimana rasanya terhantam, kesakitan, lalu
belajar untuk tak melakukan yang demikian kembali.
Lalu saya pun akan
melewati masa berlarut berpangku dalam kecemasan. Tahu kan rasanya cemas karena
kecewa? Cemas karena baru saja kehilangan hal penting dalam hidupmu, cemas
karena bagian terbaik dari sebuah liburan baru saja lewat.
Seperti itulah hati,
mereka mudah cemas, bila merasa mulai menjauh dari hal baik yang pernah
dirasakan. Apalagi, bila kamu cemas karena cintamu telah berhasil menemukan
hati yang lain, namun hatimu tak beranjak kemana pun.
Sahabat saya pernah berkata seperti ini, dan menurut saya sangat benar.
Pernah mencoba
menyentuh lem besi dengan ujung jarimu lalu menempelkannya ke ujung jarimu yang
lain? Ketika keduanya coba kamu lepaskan, kamu akan merasakan perih. Begitu
pula ingatan. Begitu pula bagian-bagian kenangan dalam hati.
Jadi, ini bukan soal
melupakan cinta yang pernah ada di hati. Ini
soal apakah kamu cukup berani melepaskan mereka untuk kemudian dimiliki hati
yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar