Minggu, 15 Januari 2012

Life (In My Opinion)

Hidup itu gak jauh-jauh dari masalah cinta, persahabatan, uang, dan orang tua. Didalamnya ada menyangkut tentang kepercayaan, kebohongan, KEMUNAFIKAN (ups maaf, capslock error. LOL) kejujuran, kebaikan, kejahatan, ketulusan, kebijakan dan ke- ke- yang lainnya.

Hidup itu harus saling berbagi dan melengkapi, baru sempurna. Jangan berharap sempurna, kalo cuma diem gak berbagi lalu gak mau melengkapi dan lakukan semuanya atas nama Tuhan, demi kebaikan diri sendiri, itulah yang terbaik. Berusaha berpikir positif dalam segala hal. Meskipun sulit, tapi paling tidak.. ada kemauan dan usaha. Karena di setiap usaha pasti ada jalan. Sesulit apapun masalah yang dihadapi.

Hidup itu kadang diatas, kadang di bawah. Saat seseorang sedang berada diatas, dan terlena akan semuanya, ia lupa pada yang dibawah. Lupa pada Tuhannya, lupa akan segalanya. Sesungguhnya, dalam hidup semua itu harus diimbangi. Hati, pikiran harus sejalan. Tapi kenyataannya, semua itu nonsense. Pasti ada saat-saat hati dan pikiran gak sejalan. Tenang, bagaimanapun sulitnya, akan selalu ada yang dapat kita lakukan, pantanglah menyerah dan kita akan berhasil mencapai apa yang kita inginkan.

Hidup itu berawal dari mimpi. Mimpi yang benar-benar nyata dan harus dihadapi sebagaimana mestinya.

Hidup itu ketika kita bisa jadi diri sendiri, bukan oranglain.

Hidup itu ketika kita yakin akan pilihan-pilihan yang ada di depan mata,
Ketika kita percaya apa yang kita lihat dengan mata kepala sendiri, bukan yang dari bibir oranglain.

Hidup itu keras, kalau kita tidak tahan banting. Karena tidak semua orang dapat dipercaya, mereka yang (mungkin) kita anggap baik, malah yang paling berpotensi menyakiti kita.

Hidup itu indah, kalau kita tidak memaksakan kehendak. Karena, sesuatu yang dipaksa itu ‘menyakitkan’. Ibaratnya seperti, memakai sepatu

Hidup itu ibarat koin. Terdiri dari dua sisi yang berbeda. Karena ada cerita berbeda dari tiap sisi-sisinya.

Hidup itu diibaratkan seperti panggung. Disana kita pernah menari, bernyanyi, tertawa, menangis dan.. bersandiwara.

Dan yang terakhir..
Hidup yang sempurna, bukan kemampuan kita membahagiakan diri sendiri saja tapi juga membahagiakan oranglain. Bahagaikan-lah orang-orang disekitar kita selagi kita mampu melakukannya, paling tidak buat mereka tersenyum.
Sekalipun hidup itu memaksa kita untuk menangis. Kita berbuat baik pada orang lain saja mungkin balasannya belum tentu baik. Kita memang tidak mendapatkan apa-apa. Tapi, paling tidak kehormatan kita akan terangkat.
  
“The more you like yourself, the less you are like anyone else, which makes you unique.”

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar