Apa pernah kamu disakiti begitu
besar oleh seseorang yang tak begitu berarti bagimu? Mungkin kamu hanya akan
kecewa lalu lupa dengan sendirinya. Tetapi apa pernah kamu dilukai kecil oleh
seseorang yang begitu ingin kamu bahagiakan, yang di setiap senyumanmu adalah
hanya untuknya?
Kamu lantas terluka cukup lama,
hingga bahkan kamu tak mampu ingat kapan persisnya luka itu berlalu. Segalanya,
terasa baru kemarin saja. Lukanya, masih setia menganga.
Kuberi tahu, aku pernah merasakan
yang demikian. Hatiku patah. Rasanya seperti.. Hmm, lengan yang pernah patah? Mereka tidak
bisa lagi dilipat dengan sempurna. Mungkin karenanya, lalu mereka dipanggil
‘patah hati’.
Tapi aku lebih suka menyebutnya
pecah, karena sekali hati pecah, akan ada
bagian yang tak ditemukan kembali. Karena seluruh bagian dari hati milikku,
ku beri padanya. Pada seseorang yang (aku pikir) memiliki segala yang aku perlukan untuk melengkapi kekuranganku. Walau nyatanya, dia yang pertama
kali membuatku kehilangan sesuatu yang pernah utuh ku miliki, yaitu cinta di
dalam hati, hatiku.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar