Sabtu, 14 Januari 2012

Patah Hati (Part One)

Apa pernah kamu disakiti begitu besar oleh seseorang yang tak begitu berarti bagimu? Mungkin kamu hanya akan kecewa lalu lupa dengan sendirinya. Tetapi apa pernah kamu dilukai kecil oleh seseorang yang begitu ingin kamu bahagiakan, yang di setiap senyumanmu adalah hanya untuknya? 

Kamu lantas terluka cukup lama, hingga bahkan kamu tak mampu ingat kapan persisnya luka itu berlalu. Segalanya, terasa baru kemarin saja. Lukanya, masih setia menganga.

Kuberi tahu, aku pernah merasakan yang demikian. Hatiku patah. Rasanya seperti.. Hmm, lengan yang pernah patah? Mereka tidak bisa lagi dilipat dengan sempurna. Mungkin karenanya, lalu mereka dipanggil ‘patah hati’. 

Tapi aku lebih suka menyebutnya pecah, karena sekali hati pecah, akan ada bagian yang tak ditemukan kembali. Karena seluruh bagian dari hati milikku, ku beri padanya. Pada seseorang yang (aku pikir) memiliki segala yang aku perlukan untuk melengkapi kekuranganku. Walau nyatanya, dia yang pertama kali membuatku kehilangan sesuatu yang pernah utuh ku miliki, yaitu cinta di dalam hati, hatiku.
 
***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar