Selasa, 31 Januari 2012

Goodbye January

Too much story this month that I couldn't describe it all.


Dari yang seneng banget sampe SEDIH BANGET. Dari bahagia, kecewa, galau, desperate, semuanya porsinya pas bulan ini. Dan bikin saya semakin mengerti, kalau Tuhan itu adil. Dia kasih kita bahagia tapi bahagia itu selalu berbanding lurus sama kesedihan. 


Karena ini hidup, sebuah perjalanan untuk merelakan


Sudah hampir 1 (satu) setengah bulan saya mencoba move on dari 'dia' yang pernah ada di hati ini. Move on itu gampang, tapi pindah ke lain hatinya yang susah. Kepergian seseorang kadang gak cuma bikin luka dihati tapi juga di harga diri. Dia pergi ketika saya sadar, saya dan dia itu satu lalu dia datang lagi tepat disaat saya mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya. 

Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, apalagi hal sepenting cinta. Seperti apapun aku meminta, namun Tuhan bilang tidak sungguh tidak akan pernah ada 'kita'.

Jarak terjauh saya dan dia sekarang adalah kenangan yang tak terselesaikan. Tuhan mengirim dia untuk mengajarkan saya kapan waktu mempertahankan dan kapan waktu melepaskan. Semua orang bisa beli tanaman, tapi gak semuanya bisa ngerawatnya. Semua orang bisa mulai hubungan, tapi gak semuanya bertahan. Yang mampu menggantikan dia disisi saya ada seribu tapi yang bisa menggantikan dia dihati saya sedang saya tunggu. 

Dia ibarat koran pagi dengan cetakan berita yang sama. Dan saya terus berharap seandainya saya bisa mengubah masa lalu, cerita hari ini pasti berbeda. Sometimes I wish I could go back and change few things. But if I did change them, I would become someone else. So, nevermind that.


I made the choice to finally let go. I can't stand the pain, it's time to wipe the last tear away and smile


Saya berusaha keras mencari pengganti dia. Tapi ternyata saya salah besar. Hal pertama yang seharusnya saya lakukan adalah belajar memaafkan (karena itu adalah salah satu kelemahan saya) memperbaiki diri, membenahi hati saya yang kacau, baru berusaha mencinta kembali. Saya tidak akan melupakan dia, saya cuma berjalan maju ke masa depan dan ninggalin dia di masa lalu.


Dan pada akhirnya, selalu ada banyak rasa syukur dari semua rintangan diberikan oleh-Nya. Say goodbye to yesterday, say hello to the all new me. Although today's another day, but now january is just a memory.

Senin, 30 Januari 2012

Patah Hati (Part Two)

“Cinta. Mereka tak pernah habis dekelupas, begitu pun bila semakin dalam kamu rindui, semakin banyak yang akan kamu temui.” --


Persis seperti kenangan. Sesuatu yang pernah terjadi, tidak semuanya membekas. Sebagian yang teramat bahagia atau teramat menyakitkan saja yang akhirnya melekat erat seperti dilem besi di otak saya, yang apabila saya paksa lepas, maka saya sendiri yang akan terluka.

Saya banyak menangisi rindu akhir-akhir ini, banyak menyerapah sang waktu, kemudian banyak mengecilkan diri saya sendiri. Berpikir bahwa “betapa bodohnya saya, karena telah mencintai hati yang salah”.

Saya sadar, cinta tak pernah salah jatuh, hanya saja, cinta tak selalu berhasil ditangkap dengan baik. Ada kalanya kita akan jatuh hanya untuk “merasakan” bagaimana rasanya terhantam, kesakitan, lalu belajar untuk tak melakukan yang demikian kembali.

Lalu saya pun akan melewati masa berlarut berpangku dalam kecemasan. Tahu kan rasanya cemas karena kecewa? Cemas karena baru saja kehilangan hal penting dalam hidupmu, cemas karena bagian terbaik dari sebuah liburan baru saja lewat.

Seperti itulah hati, mereka mudah cemas, bila merasa mulai menjauh dari hal baik yang pernah dirasakan. Apalagi, bila kamu cemas karena cintamu telah berhasil menemukan hati yang lain, namun hatimu tak beranjak kemana pun.

Sahabat saya pernah berkata seperti ini, dan menurut saya sangat benar.

Pernah mencoba menyentuh lem besi dengan ujung jarimu lalu menempelkannya ke ujung jarimu yang lain? Ketika keduanya coba kamu lepaskan, kamu akan merasakan perih. Begitu pula ingatan. Begitu pula bagian-bagian kenangan dalam hati.


Tapi itu bukan berarti mereka tak mampu “lepas”. kamu hanya perlu lebih berani untuk merasakan “perih” sedikit, untuk dapat merasa bebas dari rekatan yang membuatmu merasa tak nyaman.

Jadi, ini bukan soal melupakan cinta yang pernah ada di hati. Ini soal apakah kamu cukup berani melepaskan mereka untuk kemudian dimiliki hati yang lain.

Kamis, 26 Januari 2012

Aku, Kamu dan Cinta


Kau datang dengan seikat besar senyummu yang mampu membuat rumput duniaku menghijau sempurna,
Semua yang kau tawarkan membahagiakanku, membuat dunia ini melipat bagian buruknya
Keluhanku berguguran dan bilangan senyumanku pun berlipat ganda
Seperti rumus setengah lingkaran
Walau pun aku tahu kita sulit menyatu, tapi entah mengapa keegoisanku selalu mampu tertiup kesisi yang lain,

Aku mulai menyayangimu
Kau ada disini beberapa saat dan itu tak pernah cukup, aku selalu ingin melebihi porsi yang ada
Senyumanmu tak pernah menjemukan dan penuh dengan harapan
Mereka sehangat tatapan matamu, mereka sesejuk janji peri baik hati
Itu baru setitik dari kamus dirimu yang menyenangkan

Aku mulai jatuh ke dalam cintamu
Dan memberimu bagian di dalam perasaanku
Kau mulai mengerti apa yang aku butuhkan mau pun tidak aku inginkan
Kau mulai mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan aku mempercayainya
Kita mulai mengerti bahwa ini tidak akan mudah
Menjadikan ‘satu’, daging dan darah yang terpisah
Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, merasakan bahwa diriku berharga dan diperhitungkan oleh seseorang

Karena sekarang ‘aku’ menjadi ‘kita’
Tapi ternyata harapan kadang tak cukup kuat melawan kenyataan
Aku mulai sering berlari dan kau mulai sering menghilang
Aku mulai sering sendiri dan kau mulai sering berdiam diri
Kini tawamu mulai hilang dan senyummku pun memudar
Aku sering menahan tangisku dan kau pun sering melepas teriakanmu

Kita mulai berbeda
Kau bukan dirimu lagi dan aku mulai tak mengerti
Rumputku kuning dan mengering, sebuah perjalanan panjang yang gersang
Jahitan perasaan kita mulai longgar dan menganga
Pilihannya, sobek saja atau rekatkan kembali?
Kau melemparkan lem, tapi yang kubutuhkan benang
Kau melemparkan peniti, tapi yang kubutuhkan jemari
Kau berpikir sempit layaknya pria
Dan aku berpikir rumit layaknya wanita

Kita mulai saling membenci
Dan kau bilang, inilah hidup dan cobalah mengerti
Dan aku bilang, inilah kita yang tak lagi aku kenali
Dan kau bilang, bukalah matamu
Dan aku bilang, tak lagi kutemukan dirimu
Kau terdiam
Dan aku membisu
Semua indah, tapi tak selamanya begitu
Semua baik, tapi tak selamanya selalu
Kita sampai dipersimpangan

Pilihannya, beriringan sampai nanti atau berhenti sampai disini?

Rabu, 25 Januari 2012

Kehilangan Bukan Berarti Gagal


Ada saat dimana kita takut kehilangan, takut untuk melepaskan dia yang kita cintai.

Tetapi ada pula saat dimana kita harus berhenti mencintai dia, bukan karena kita tidak mencintainya lagi namun karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita merelakannya pergi.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kebahagiaan kita tergantung dari keberadaannya di dekat kita.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita takut tidak menemukan yang seperti dia lagi.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita menilai dia ganteng, cantik, atau memiliki kelebihan dibanding orang lain.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika kita mengingat begitu banyak kenangan yang indah sudah kita lewati bersama dia.

Kita tidak mau kehilangan seseorang ketika di dalam hati kita berkata "Aku ga bisa! Aku sangat mencintai dia! Kalian ga tau apa yang aku rasain! "

Tapi tak sadarkah kita bahwa

Merelakan dia pergi bukanlah akhir dari dunia melainkan awal sebuah kisah yang baru.

Kita harus melepaskan dia pergi karena kebahagian kita adalah kita yang menentukan sendiri dan bukan tergantung orang lain.

Kita harus melepaskan dia pergi karena saat Tuhan mengambil sesuatu maka Dia juga telah siap menyediakan sesuatu yang lain yang terbaik bagi kita.

Kita harus melepaskan dia pergi karena yang sempurna belum tentu yang terbaik bagi kita.

Kita harus melepaskan dia pergi ketika kenangan kenangan indah itu hanya tinggal masa lalu.

Kita harus melepaskan dia pergi karena hati kita yang lain berkata " Aku ini manusia bodoh, tak ada lagi yang dapat dipertahankan"

Kehilangan sesuatu memang berat namun bukan berarti kita tidak mencapai apa-apa. Namun kita telah memahami sesuatu.

Ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan dan ada saat dimana kita harus kehilangan.

Selasa, 24 Januari 2012

Awal Bikin Blog


Awal bikin blog sih sebenernya karena iseng ya, gak ada kerjaan. Trus jenuh juga sama aktifitas yg super padat (tapi masih menyempatkan waktu buat online, haha).

Saya sih kepikiran buat numpahin uneg-uneg yg ada lewat tulisan. Karena dari dulu hobi saya memang menulis. Dulu masih smp sempet punya ‘diary’ dan sekarang baca diary itu bikin ketawa ngakak. Jijik banget gitu. Gak nyangka, se-ababil itu saya dulu. Cinta cinta monyet lah, trus yang masih bocah gak jelas. Yang mana buat saat ini cuma jadi kenangan.

Kenangan itu ibarat spion, dilihat aja sesekali saat butuh. Buat nentuin hati kita arah yang aman itu kemana. ^^

Blog itu bentuk barunya diary. Benda mati, gak bisa ngapa-ngapain, mau kita marah-marah kek atau nangis. Tapi benda mati ini bisa dihias, sebagus mungkin. Semau kita tanpa ada yang protes. Bentuknya juga beda. Yaaa intinya bermanfaat-lah kalo digunakan dengan baik. Selama gak ada yang tersakiti itu baik menurut saya.

I write what I feel, I do what I love and I leave what I hate.

Itu prinsip saya. Kemarin, sekarang, besok, lusa, selalu dan selamanya.

Masa Depan Akan Tetap Di Depan :)


Saya gak tau apa yang ada di benak si pembuat film 'back to the future', Robert Zemeckis. kenapa dia bisa sampe berpikir untuk membuat film yang isinya tentang seseorang yang menjelajahi waktu? Apa mungkin sebetulnya si Robert Zemeckis ini punya angan-angan untuk bisa menjelajahi waktu seperti di filmnya? atau ada alasan lain? entahlah, tapi mungkin itu memang seni nya dia dalam membuat film.

Ngomong-omong soal 'future' atau masa depan, saya juga suka penasaran dengan masa depan saya. Apa nanti saya jadi orang sukses? apa saya nanti jadi orang yang kerjaannya cuma nongkrong-nongkrong gak jelas aja? Atau.. apakah nanti saya akan jadi seorang yang melegenda di dunia? Sodara-sodara, ini masih menjadi sebuah misteri. tapi, kalo saya boleh berangan-angan, saya pengen banget facebook saya punya kemampuan untuk bisa melihat masa depan. Saya cuma pengen tau, nanti beberapa tahun ke depan, status saya 'married to' siapa ya? Haha. Its just ‘angan-angan’.

BCL pernah bilang, "sesuatu yang susah di temukan, biasanya akan membuat kita semakin penasaran'. Mungkin kalimat BCL itu ada hubungannya dengan susahnya mencari masa depan, masa depan yang susah di temukan membuat orang-orang makin penasaran dan makin tertantang untuk menemukannya. Tapi menurut saya, masa depan itu sebetulnya sedang berjalan ke arah kita, usaha kita saat ini adalah dalam rangka memberi jalan pada masa depan itu. Jika kita memberi jalan yang mulus dan mudah pada si masa depan, maka yang datang adalah masa depan yang cerah. Dan, jika jalur yang di berikan pada masa depan adalah jalan yang sulit, maka masa depan cerah justru akan tersesat dijalan yang kita berikan tersebut.

Biarlah masa depan tetap berjalan ke arah kita. Sekarang, kita tinggal beri si masa depan itu jalan yang mulus dan mudah. Biarlah masa depan tetap ada pada posisinya, karena biasanya hal yang sifatnya misterius dan rahasia itu lebih menyenangkan dan menegangkan.