Teruntukmu, laki-laki . .
Tahukan anda bahasa perempuan? Mengertikah anda tentang bagaimana perempuan berkomunikasi? Tahukah anda arti sebenarnya dari apa yang perempuan ucapkan?
Tahukah anda saat perempuan marah, ia akan melemparkan anda dengan kata-kata panjang, kadang menyakitkan, omelan tiada henti dan judgement-judgement yang anda selalu nilai salah? Tapi, tahukah anda saat perempuan masih memiliki kemampuan untuk melontarkan amarahnya dengan bahasa verbal itu berarti ia masih peduli terhadap anda?
Dan tahukah anda, saat perempuan sudah tidak lagi memberikan omelannya terhadap anda tentang perlakuan anda yang terulang kembali itu berarti ia sudah lelah dengan tingkah laku anda? Bukan saatnya untuk tenang laki-laki, karena disitu perempuan akan masuk ketahap lebih tinggi lagi dari suatu perasaan emosional yang menggebu-gebu yang biasa kita sebut dengan "kecewa".
Tahukan anda bahasa perempuan? Mengertikah anda tentang bagaimana perempuan berkomunikasi? Tahukah anda arti sebenarnya dari apa yang perempuan ucapkan?
Tahukah anda saat perempuan marah, ia akan melemparkan anda dengan kata-kata panjang, kadang menyakitkan, omelan tiada henti dan judgement-judgement yang anda selalu nilai salah? Tapi, tahukah anda saat perempuan masih memiliki kemampuan untuk melontarkan amarahnya dengan bahasa verbal itu berarti ia masih peduli terhadap anda?
Dan tahukah anda, saat perempuan sudah tidak lagi memberikan omelannya terhadap anda tentang perlakuan anda yang terulang kembali itu berarti ia sudah lelah dengan tingkah laku anda? Bukan saatnya untuk tenang laki-laki, karena disitu perempuan akan masuk ketahap lebih tinggi lagi dari suatu perasaan emosional yang menggebu-gebu yang biasa kita sebut dengan "kecewa".
Perempuan dengan kecewa itu tidak mudah laki-laki.
Bukan waktunya untuk lega saat perempuan anda berhenti mengomeli anda dengan kata-kata yang seakan tiada henti, suatu kesalahan fatal saat anda berfikir semua akan baik-baik saja karena wanita anda sudah berhenti berbicara, suatu kesalahan fatal . . karena disaat wanita berhenti berbicara, ia mulai berfikir, apa anda memang layak untuk dipertahankan?
Bukan waktunya untuk lega saat perempuan anda berhenti mengomeli anda dengan kata-kata yang seakan tiada henti, suatu kesalahan fatal saat anda berfikir semua akan baik-baik saja karena wanita anda sudah berhenti berbicara, suatu kesalahan fatal . . karena disaat wanita berhenti berbicara, ia mulai berfikir, apa anda memang layak untuk dipertahankan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar